Resilience Institute for Social-Ecological Transformation

Tentang RiSE Institute

RiSE Institute (Institute for Social-Ecological Resilience) adalah organisasi masyarakat sipil yang independen, nirlaba, dan non-partisan yang didirikan di Indonesia untuk memperkuat resiliensi sosial-ekologis melalui produksi pengetahuan partisipatif, pemberdayaan masyarakat, keterlibatan kebijakan, dan aksi kolaboratif.

RiSE Institute didirikan sebagai respons terhadap tantangan global dan lokal yang semakin meningkat, termasuk perubahan iklim, degradasi lingkungan, ketimpangan sosial, hilangnya pengetahuan lokal, serta meningkatnya kerentanan masyarakat yang terdampak oleh proses pembangunan yang tidak berkelanjutan. Kami meyakini bahwa masyarakat yang tangguh hanya dapat terwujud ketika keadilan sosial, keberlanjutan ekologis, dan partisipasi publik yang bermakna menjadi elemen utama pembangunan.

RiSE Institute mengorganisir kerjanya dalam integrasi dari persilangan empat fungsi, yaitu riset, produksi pengetahuan, keterlibatan masyarakat, dan pengembangan kelembagaan. Melalui fungsi-fungsi inti tersebut, RiSE Institute membangun kolaborasi bersama komunitas, organisasi masyarakat sipil, lembaga pemerintah, mitra akademik, dan lembaga pembangunan untuk mendukung jalur perubahan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Prinsip utama kerja kami adalah pengakuan bahwa masyarakat bukanlah sekadar penerima manfaat pembangunan, namun merupakan pewaris dan pengembang pengetahuan, serta agen transformasi yang aktif, yang mana pengalaman, aspirasi, dan praktiknya menjadi pondasi dalam membangun masa depan yang tangguh.

Status Hukum dan Registrasi

RiSE Institute (Perkumpulan Resiliensi Sosial-Ekologi) adalah organisasi masyarakat sipil nirlaba yang terdaftar secara sah berdasarkan hukum dan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia.

Lembaga ini memperoleh pengesahan melalui Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Resiliensi Sosial Ekologi, Nomor AHU-0006390.AH.01.07 tahun 2025, yang diterbitkan pada 10 Agustus 2025 oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU), Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Kami beroperasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta menjunjung prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan.

Informasi Legal

Nama Resmi: Perkumpulan Resiliensi Sosial Ekologi (RiSE Institute)
Status Hukum: Perkumpulan Nirlaba Terdaftar
Otoritas Penerbit: Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU), Kementerian Hukum Republik Indonesia
Nomor Keputusan Menteri: AHU-0006390.AH.01.07 tahun 2025
Tanggal Registrasi: 10 Agustus 2025
Negara Registrasi: Republik Indonesia
Bentuk Organisasi: Perkumpulan
NPWP: 10.000.000.0-578.256

Visi Kami

Mewujudkan masyarakat yang tangguh, inklusif, adil, dan berkelanjutan yang mampu merespons guncangan dan disrupsi yang timbul dari proses pembangunan dan perubahan iklim.

Misi Kami

  1. Mengembangkan pengetahuan partisipatif yang memperkuat ketangguhan masyarakat dan ekosistem.
  2. Secara kolaboratif memperkuat kapasitas masyarakat dan lingkungan dalam mendorong jalur perubahan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Tujuan Kami

RiSE Institute berupaya memperkuat sistem pengetahuan berbasis masyarakat dan lingkungan yang meningkatkan ketangguhan terhadap guncangan sosial, ekonomi, dan ekologis yang timbul akibat proses pembangunan dan perubahan iklim.

Organisasi ini mendorong partisipasi publik yang bermakna dalam pembentukan kebijakan lingkungan dan pembangunan, sekaligus mendukung inisiatif yang berkontribusi pada keadilan sosial, keberlanjutan ekologis, dan kesejahteraan masyarakat.

Pemahaman Kami Tentang Resiliensi Sosial-Ekologis

Dunia saat ini menghadapi krisis yang saling terkait: perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, degradasi lingkungan, eksklusi sosial, dan ketimpangan ekonomi. Tantangan-tantangan tersebut sering kali diperparah oleh model pembangunan yang memprioritaskan pertumbuhan jangka pendek serta mengabaikan keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan.

RiSE Institute mengadopsi Resiliensi Sosial-Ekologis sebagai kerangka konseptual sekaligus pendekatan praktis untuk memahami dan menghadapi tantangan tersebut.

Kami mendefinisikan resiliensi sebagai kapasitas individu, komunitas, institusi, dan ekosistem untuk:

  • Beradaptasi terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan;
  • Membangun daya pulih dari guncangan dan disrupsi;
  • Mentransformasi sistem yang melanggengkan kerentanan dan ketimpangan;
  • Menjaga keberlangsungan penghidupan, budaya, dan ekosistem dalam jangka panjang.

Perspektif ini mengakui bahwa manusia dan alam saling terhubung secara mendalam, dan masa depan yang berkelanjutan bergantung pada penguatan integritas ekologis sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Pilar Strategis

Riset Partisipatif – Melaksanakan riset kolaboratif yang berpusat pada masyarakat dan menempatkan warga lokal sebagai mitra setara dalam menghasilkan pengetahuan, memahami tantangan, dan mengidentifikasi solusi.

Advokasi Kebijakan – Mendorong kebijakan berbasis bukti yang memperkuat hak-hak masyarakat, keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan tata kelola yang akuntabel.

Kampanye Publik – Mendukung peningkatan kesadaran publik, berbagi pengetahuan, dan aksi kolektif atas isu sosial, lingkungan, dan pembangunan.

Penguatan Kapasitas – Memfasilitasi proses pembelajaran, pendampingan, dan pengembangan kelembagaan untuk memperkuat kapasitas masyarakat, organisasi masyarakat sipil, dan institusi lokal.

Monitoring, Evaluasi, dan Pembelajaran – Menghasilkan bukti dan pelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kebijakan, program, dan praktik pembangunan.

Pendekatan Kami

RiSE Institute menerapkan Pendekatan Partisipatif dan Transdisipliner yang menggabungkan ketelitian akademik, pengalaman praktis, dan pengetahuan masyarakat.

Pekerjaan kami dipandu oleh prinsip-prinsip berikut:

  • Partisipasi yang Bermakna
  • Penghormatan terhadap Pengetahuan Adat dan Lokal
  • Persetujuan atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (Padiatapa)
  • Keadilan Sosial dan Hak Asasi Manusia
  • Keberlanjutan Ekologis
  • Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial
  • Kolaborasi dan Pembelajaran Kolektif
  • Transparansi dan Akuntabilitas
  • Pengambilan Keputusan Berbasis Bukti

Kami meyakini bahwa solusi yang tahan lama dan sah lahir ketika berbagai bentuk pengetahuan dipertemukan melalui dialog, kolaborasi, dan saling menghormati.

Nilai-Nilai Organisasi

Independensi – Menjaga independensi dari partai politik, kepentingan komersial, dan
bentuk pengaruh lain yang dapat mengganggu integritas organisasi.

Partisipasi – Memastikan masyarakat memiliki kesempatan yang bermakna untuk membentuk keputusan yang memengaruhi kehidupan dan wilayah mereka.

Keadilan – Mendorong akses yang adil terhadap kesempatan, sumber daya, dan proses pengambilan keputusan.

Tanggung Jawab Ekologis – Mengakui saling ketergantungan antara kesejahteraan manusia dan kesehatan ekosistem.

Kolaborasi – Membangun kemitraan lintas sektor dan disiplin untuk menghadapi tantangan yang kompleks.

Integritas – Menjalankan seluruh kegiatan secara etis, transparan, dan bertanggung jawab.

Bidang Kerja Tematik

Resiliensi Sosial-Ekologis – riset dan aksi untuk memperkuat ketangguhan
masyarakat menghadapi perubahan lingkungan, ekonomi, dan sosial.

Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal – dokumentasi dan revitalisasi sistem pengetahuan adat, kelembagaan adat, warisan budaya, dan praktik pengelolaan sumber daya tradisional.

Tata Kelola Sumber Daya Alam – riset dan fasilitasi terkait kehutanan, perikanan, tata kelola lahan, wilayah adat, konservasi keanekaragaman hayati, dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Konservasi Berbasis Masyarakat – mendukung pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai pusat pengelolaan dan pelestarian lingkungan.

Adaptasi Perubahan Iklim – memperkuat kapasitas adaptif lokal dan mendorong respons berbasis masyarakat terhadap risiko iklim.

Penghidupan Pedesaan dan Ekonomi Lokal – mempromosikan sistem penghidupan yang berkelanjutan dan inisiatif ekonomi berbasis masyarakat.

Inklusi Sosial dan GEDSI – memajukan Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI) melalui pendekatan partisipatif dan berbasis hak.

Tata Kelola dan Akuntabilitas – mendukung institusi yang transparan, partisipatif, dan akuntabel guna mewujudkan hasil pembangunan yang berkeadilan.

Manajemen Pengetahuan dan Dokumentasi – menghasilkan produk pengetahuan yang mudah diakses, berbasis bukti, dan berpusat pada masyarakat untuk mendukung pembelajaran, advokasi, dan pengembangan kebijakan.

Cakupan Wilayah Kegiatan

RiSE Institute melaksanakan kegiatan riset, pendampingan kebijakan, dan bantuan teknis di berbagai wilayah Indonesia sebagai wujud komitmen untuk memahami persoalan sosial-ekologis dalam beragam konteks geografis, budaya, dan tata kelola pemerintahan. Alih-alih berfokus pada satu kawasan tertentu, RiSE Institute mengembangkan berbagai inisiatif yang tersebar di berbagai wilayah sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik lokal, sekaligus berkontribusi pada pengembangan pengetahuan dan perumusan kebijakan di tingkat nasional. Cakupan kegiatan lembaga meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, hingga Timor-Leste melalui kolaborasi riset, kerja lapangan partisipatif, dan penguatan kapasitas kelembagaan.

Sebaran wilayah kerja tersebut juga mencerminkan keragaman bidang keahlian RiSE Institute. Kajian sosial dan budaya dilakukan di berbagai daerah untuk mendokumentasikan pengetahuan lokal, dinamika masyarakat, serta proses transformasi sosial. Fasilitasi proses Free, Prior and Informed Consent (FPIC) dilaksanakan guna mendukung pelibatan masyarakat adat dan komunitas lokal secara bermakna dalam berbagai proses pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam. Kajian mengenai perhutanan sosial difokuskan pada penguatan tata kelola hutan berbasis masyarakat dan pengelolaan bentang alam yang berkelanjutan. Sementara itu, penelitian di bidang tata kelola pemerintahan dan akuntabilitas diarahkan untuk memperkuat kapasitas institusi publik, tata kelola pembangunan berbasis konservasi, serta mendorong perumusan kebijakan yang didukung oleh bukti (evidence-based policy). Di sisi lain, kegiatan manajemen pengetahuan dan bantuan teknis mendukung pemerintah, mitra pembangunan, dan organisasi masyarakat sipil dalam mengubah hasil riset menjadi pembelajaran kelembagaan, rekomendasi kebijakan, dan peningkatan kapasitas.

Secara keseluruhan, cakupan geografis ini menunjukkan kemampuan RiSE Institute untuk bekerja pada berbagai lanskap ekologis dan sistem kelembagaan yang berbeda, dengan tetap berpegang pada komitmen terhadap riset partisipatif, penguatan pengetahuan yang berakar pada konteks lokal, serta pembangunan yang inklusif, berkeadilan sosial, dan berkelanjutan secara ekologis.

Tata Kelola Organisasi

Sesuai dokumen registrasi hukumnya, RiSE Institute dikelola melalui struktur yang transparan, akuntabel, dan partisipatif untuk memastikan integritas organisasi, kepemimpinan dan pengawasan strategis, akuntabilitas keuangan, serta kepatuhan terhadap misi dan nilai-nilai RiSE Institute.

Rapat Umum Anggota – Mekanisme pengambil keputusan tertinggi yang menentukan arah strategis organisasi.

Badan Pengawas – melakukan pengawasan, memberi arahan strategis, serta menegakkan fungsi akuntabilitas: Dr. Agr. Laksmi Adriani Savitri, M.Si.

Badan Pengurus – bertanggung jawab atas kepemimpinan organisasi, pelaksanaan program, pengembangan kemitraan, dan pengelolaan sehari-hari.

  • Tiara Dewiyani – Ketua
  • Ardana Kusumawanto – Wakil Ketua
  • Christian Evert – Sekretaris
  • Rizky Noor Yuannita – Bendahara

Komite Etik – Mekanisme ad-hoc yang bertugas menangani persoalan etika dan menjaga nilai serta standar organisasi.

Kelima anggota yang saat ini menjabat dalam badan pengurus dan badan pengawas juga merupakan pendiri organisasi.

Unit Riset & Kebijakan – Fungsi utama produksi pengetahuan yang melakukan riset interdisipliner, analisis kebijakan, monitoring dan evaluasi, serta studi terapan untuk menghasilkan bukti yang mendukung pembangunan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Unit Data, GIS & Pengelolaan Pengetahuan – Bertanggung jawab atas pengelolaan data dan aset digital, pengolahan dan analisis, informasi spasial, dokumentasi pengetahuan, dan pengembangan publikasi agar dapat diakses dan dimanfaatkan untuk pembelajaran, pengambilan keputusan, advokasi, dan keterlibatan publik.

Unit Resiliensi Masyarakat & Tata Kelola Sumber Daya Alam – Bekerja langsung dengan komunitas, masyarakat adat, dan institusi lokal untuk memperkuat resiliensi sosial-ekologis, mendukung pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, mendorong konservasi berbasis masyarakat, dan memfasilitasi proses pembangunan partisipatif.

Unit Komunikasi, Kemitraan & Operasional – Mengelola komunikasi organisasi, keterlibatan pemangku kepentingan, pengembangan kemitraan, mobilisasi sumber daya, administrasi, keuangan, dan operasional untuk memastikan keberfungsian, visibilitas, dan keberlanjutan RiSE Institute.

Jaringan Organisasi

Social Cultural Study
  1. Pekalongan, Central Java
  2. Meliau, West Kalimantan
  3. Tuban Regency, East Java
  4. Aitumieri Hill at Wasior District, Teluk Wondama Regency, West Papua
  5. Batang Regency, Central Java
  6. Simalungun Regency, North Sumatera
  7. Morotai, North Maluku
  8. Soe, Timor Tengah Selatan Regency, East Nusa Tenggara
  9. Surakarta, Central Java
  10. Nongsa District, Batam Regency, Riau
  11. Central Halmahera Regency, North Maluku
  12. Belu Regency, East Nusa Tenggara
FPIC
  1. Kampar Regency, Kuansing Regency, Pelalawan Regency, Riaau Province
  2. Villages in Batang Asai District, Sarolangun Regency, Jambi Province
  3. Pasir Pangaraian, Riau Province
  4. Padang Lawas & Padang Lawas Utara, North Sumatera Province.
Social-Forestry Study
  1. Villages in Batang Asai District, Sarolangun Regency, Jambi Province
  2. Sungai Gaung, Indragiri Hilir Regency, Riau Province
  3. Tambrauw Regency, Southwest Papua
Knowledge Management and Technical Consultant
  1. Jakarta
  2. Dili, Timor Leste
  3. Jayapura
  4. Soe, NTT
Governance and Accountability
  1. Tambrauw
  2. Jayapura, Papua
  3. Maros, South Sulawesi
  4. Banda Aceh, Aceh

Tim Pendiri dan Ahli Utama

Tiara Dewiyani

Peneliti sosial dan antropolog dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun dalam melakukan riset kualitatif, asesmen partisipatif, dan studi komunitas di berbagai wilayah Indonesia. Keahliannya mencakup masyarakat adat, tata kelola lokal, inklusi sosial, pengembangan masyarakat, dan dokumentasi pengetahuan. Ia memimpin perancangan riset, keterlibatan pemangku kepentingan, proses konsultasi komunitas, serta pengembangan produk pengetahuan berbasis narasi.

Ardana Kusumawanto

Antropolog dan dosen yang memiliki spesialisasi pada masyarakat pedesaan, kelembagaan adat, sistem agraria, resiliensi komunitas, dan pembangunan partisipatif. Ia memiliki pengalaman luas dalam riset berbasis komunitas dan validasi data kualitatif. Keahliannya memastikan bahwa perspektif lokal, nilai budaya, dan pengetahuan adat tercermin secara akurat dalam hasil riset dan dokumentasi.

Christian Evert

Peneliti tata kelola dengan pengalaman luas dalam analisis kelembagaan, studi kebijakan, sistem akuntabilitas, dan dokumentasi strategis. Ia bekerja bersama lembaga pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan mitra pembangunan pada isu reformasi tata kelola, transparansi, pelayanan publik, dan pengembangan masyarakat. Ia membangun instrumen pengolah data serta menerjemahkan temuan yang kompleks menjadi produk pengetahuan yang mudah dipahami dan dapat ditindaklanjuti.

Laksmi Adriani Savitri

Antropolog sosial, penulis, peneliti, dan ahli studi agraria dengan pengalaman lebih dari dua dekade dalam isu perubahan agraria, ekologi politik, pemberdayaan masyarakat, gender, dan tata kelola sumber daya alam di Indonesia. Ia meraih gelar Doktor (Dr. Agr.) dari University of Kassel, Jerman, dan menyelesaikan penelitian pascadoktoral di University of Amsterdam. Sebagai Senior Advisor RiSE Institute, Laksmi memberikan arahan strategis mengenai resiliensi sosial-ekologis, tata kelola agraria, hak masyarakat adat, metodologi riset partisipatif, dan pendekatan pembangunan berbasis komunitas. Keahliannya memperkuat komitmen institusi untuk mendorong jalur perubahan yang adil secara sosial, berkelanjutan secara ekologis, dan berpusat pada masyarakat.

Learn how we helped 100 top brands gain success