Dunia saat ini menghadapi krisis yang saling terkait: perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, degradasi lingkungan, eksklusi sosial, dan ketimpangan ekonomi. Tantangan-tantangan tersebut sering kali diperparah oleh model pembangunan yang memprioritaskan pertumbuhan jangka pendek serta mengabaikan keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan.
RiSE Institute mengadopsi Resiliensi Sosial-Ekologis sebagai kerangka konseptual sekaligus pendekatan praktis untuk memahami dan menghadapi tantangan tersebut.
Kami mendefinisikan resiliensi sebagai kapasitas individu, komunitas, institusi, dan ekosistem untuk:
⋆ Beradaptasi terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan;
⋆ Membangun daya pulih dari guncangan dan disrupsi;
⋆ Mentransformasi sistem yang melanggengkan kerentanan dan ketimpangan;
⋆ Menjaga keberlangsungan penghidupan, budaya, dan ekosistem dalam jangka panjang.
Perspektif ini mengakui bahwa manusia dan alam saling terhubung secara mendalam, dan masa depan yang berkelanjutan bergantung pada penguatan integritas ekologis sekaligus kesejahteraan masyarakat.